0

Belajar Dari Ulat

Sabtu, 10 Januari 2015



                
                Pilih Mana: Prestasi Atau Eksploitasi




 Eramuslim - “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang khusu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Al-Azhab. 35)

Seorang ibu yang baru saja melahirkan tampak sedikit kecewa dengan kabar yang baru saja ia diterima dari seorang suster yang membantu persalinannya. Suster mengatakan bahwa anaknya yang keempat ini ternyata perempuan lagi.

“Perempuan?” kening si ibu mengkerut.
“Coba dicek lagi suster, mungkin suster salah lihat, sebab hasil USG beberapa bulan lalu, terlihat dalam kandungan saya anak saya laki-laki!” desak si ibu yang masih tampak lemah.

“Benar Bu, anak Ibu perempuan, tidak mungkin salah apa lagi tertukar, karena hanya Ibu saja yang melahirkan hari ini di sini. Sama saja antara laki-laki dan perempuan Bu. Yang penting bagaimana Ibu mendidiknya kelak menjadi anak yang sholeh. Di mata Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama.” Ujar suster bijaksana, namun si ibu masih tampak kecewa, hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya.

Disebuah pusat perbelanjaan seorang perempuan cantik dengan pakaian ketat berdiri di pintu masuk menawarkan rokok pada setiap laki-laki yang ia temui. Tidak sedikit dari laki-laki yang ditemuinya itu bukannya membeli rokok yang ditawarkan, namun hanya menikmati keindahan tubuh dan wajah cantik yang memang disengaja dibuka oleh para perempuan cantik tersebut, bahkan tak jarang ada yang sengaja mencolak-colek.

Mereka bisa apa? resiko pekerjaan, paling begitu jawab mereka , kasihan ….

Lain lagi kejadian di sebuah Program Pascasarjana sebuah Perguruan Tinggi Negeri terkemuka. Seorang perempuan yang masih sangat muda duduk diantara wisudawan menunggu giliran mendapatkan ijazah dari Rektornya. Kecerdasan dan kepintarannya mengantarkannya memiliki kesempatan melanjutkan studi ke tingkat Pascasarjana dengan beasiswa yang ia dapatkan melalui persaingan yang tidak semua orang dapat memenangkannya. Orang tua dan sanak keluarganya pun kagum dengan prestasinya.

Gambaran kejadian pertama menunjukkan betapa dalam masyarakat yang sudah sangat modern ini masih saja ada keluarga yang keberatan dengan kelahiran anak perempuan.
Seolah-olah perempuan hanya akan memberatkan beban keluarga saja. Padahal setiap jiwa itu sudah Allah tentukan rezekinya.

Kejadian kedua tidak kalah menyedihkannya, keberadaan perempuan hanya dijadikan pelengkap berhasilnya sebuah produk dipasaran.

Namun kita masih memiliki harapan, dibalik forum diskusi dan seminar tentang perempuan, dibalik eksploitasi terhadap fisik perempuan masih ada perempuan muslimah istiqomah mempertahankan dan menunjukan identitas serta jati dirinya, bahwa perempuan itu juga bisa berprestasi, sama halnya dengan laki-laki.

Perempuan bukan penyebab kemiskinan dan perempuan itu bukan merupakan sekedar pelengkap, apalagi penyedap. Dalam pandangan Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama. Allah menyediakan bagi keduanya ampunan dan pahala yang besar. Namun tidak sedikit yang
masih menganggap remeh perempuan, padahal setelah kedatangan Rasulullah, Islam mengangkat derajat kaum perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai anak,
istri, ibu dan anggota masyarakat.

Tidak sedikit yang memuja-muja maupun yang mencela perempuan, bahkan perempuan disebut-sebut sebagai sumber kehancuran maupun kesuksesan para pemuka dunia, sehingga muncul ucapan “dibalik kesuksesan orang-orang besar ada perempuan”, atau bila seorang pemuka mengalami kehancuran, maka yang muncul adalah ucapan “selidikilah perempuannya”.

Laki-Laki Dan Perempuan Berasal Dari Sumber Yang Sama.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptalan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu” (QS.4:1)

Perempuan adalah penyempurna kekurangan yang ada pada diri laki-laki, begitu juga sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk menyempurnakan kekurangan perempuan, sehingga Allah menjadikan keduanya berpasang-pasangan, agar keduanya merasa tentram dan dapat berbagi. Sehingga tidak ada yang berhak merasa dirinya lebih baik dari yang lainya.

Laki-laki dan perempuan berasal dari sumber yang sama, keduanya di mata Allah memiliki darajat yang sama, namun sangat disayangkan masih banyak pandangan negatif terhadap keberadaan perempuan. Mereka menganggap perempuan hanya memiliki sedikit kecakapan, perempuan hanya dijadikan untuk memuaskan dahaga seksual, kehormatanya dapat dimiliki dengan memberinya sejumlah harta, dapat ditalak kapan saja, bahkan lebih tragis lagi, perempuan dianggap sandal jepit yang dapat dipakai dan dilepas kapan saja.

Pandangan jahiliyah ini masih berkembang di tengah masyarakat, mereka memingit para perempuan dirumah, tidak boleh keluar dengan alasan apapun termasuk untuk belajar dan bekerja. Padahal mencari ilmu adalah hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Bahkan istri Nabi tidak hanya belajar, tapi beliau juga mengajarkan ilmu-ilmu fiqh dan periwayatan hadis disamping ahli dalam menciptakan syair, sastra dan ilmu bahasa lainnya. Rasulullah mengatakan “Janganlah kamu melarang hamba-hamba Allah yang perempuan untuk mendatangi masjid-masjid Allah” (Hadis Riwayat Muslim).

Dibalik itu, tidak sedikit perempuan dieksploitasi dan mengeksploitasi dirinya sendiri. Kita lihat saja iklan-iklan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perempuan, menampilkan perempuan yang membuka aurat, yang ditonjolkan bukan kualitas produknya melainkan justru sisi sensual perempuan yang menjadi bintang iklan produk itu.

Hal ini diakui oleh mantan pragawati terkenal yang kini mendapat hidayah dari Allah. Betapa pekerjaannya dulu sebagai peragawati hanya bermanfaat untuk kepentingan pemilik bisnis fashion dan benar-benar menjauhkan ia dari Allah karena setiap saat bergelimangan maksiat. Dengan mengenakan busana muslimah, ia kini benar-benar merasa menjadi perempuan terhormat.

Pandangan Barat dan kaum feminisme sekarang ini yang memandang perempuan muslimah dikebiri hak dan kewajibanya sangatlah tidak beralasan. Lupakah kita pada sejarah bahwa sebelum kedatangan Islam, setiap keluarga malu jika melahirkan anak perempuan.

Mereka tidak segan-segan membunuh bayi perempuan mereka, karena mereka beranggapan memiliki anak perempuan merupakan aib. Tapi setelah kedatangan Islam, semuanya
berbalik, bahkan Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat terhormat.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa laki-laki dan perempuan itu adalah sama (meski secara fisik berbeda). Mereka berasal dari sumber yang sama, derajat mereka sama di sisi Allah, mereka memiliki peluang yang sama untuk maju, tumbuh dan berkembang. Jika persamaan ini yang dikumandangkan kaum feminisme dan Barat, sungguh mereka sanggat ketinggalan kereta sekali. Karena persamaan dalam kondisi ini telah menjadi jaminan Al-Quran.

Namun perlu dingat, ada perbedaan mendasar yang tidak mungkin bisa dipaksakan sama. Perempuan bisa mendapatkan pendidikan tinggai layaknya laki-laki, perempuan bisa mencari nafkah sebagaimana halnya laki-laki, perempuan bisa menjadi kepala rumah tangga jika suaminya meniggal. Namun ada tiga hal penting yang tidak akan pernah mungkin dilakukan laki-laki yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Realita ini harus diakui sebagai kodrat dan fitrah.

Allah telah mengangkat derajat kaum perempuan, Allah telah memuliakan kaum perempuan. Syurga terletak di bawah kaki ibu, Rasul pun mengatakan orang yang pertama yang harus dihormati itu adalah perempuan yaitu ibu, bahkan perempuan
sholehah nilainya jauh melebihi keindahan seluruh isi alam semesta ini.

Untuk itu, eksploitasi fisik terhadap keberadaan perempuan adalah sebuah kesalahan besar, namun anehnya tidak banyak perempuan yang menyadarinya, bahkan mereka beranggapan hal itu merupakan aktualisasi diri dan prestasi tersendiri dalam
kehidupan mereka, aneh kan!

Eksploitasi Terhadap Perempuan
Telingga kita mungkin sudah kebal mendengar cerita klasik tentang eksploitasi fisik perempuan. Dengan alasan dapat meningkatkan devisa negara, pemerintah tanpa malu sedikitpun melegalkan ribuan tenaga kerja perempuan meninggalkan keluarga, anak dan suaminya untuk menjual tenaga sebagai pembantu rumah tangga ke luar negri.

Mata kita juga mungkin sudah bosan melihat di media televisi, perempuan tanpa malu bahkan bangga memamerkan tubuhnya, beradegan mesra dengan orang yang bukan mahramnya, berlenggak-lenggok di atas cat walk, berpose seronok di majalah porno.

Bahkan hati kita mungkin sudah keras, ini terbukti kita tak mampu berbuat apa-apa atas dilokalisasikannya sebuah daerah untuk transaksi memuaskan nafsu si hidung belang, dimana perempuan di sana adalah konsumsi utama mereka.

Allah menciptakan perempuan dengan keindahan fisik dan kelembutan tutur kata. Makanya tidak heran dikatakan perempuan itu adalah perhiasan dunia. Keindahan fisik ini menjadi komoditas bagi mereka yang hanya mementingkan diri sendiri.

Mereka tidak segan-segan menjadikan fisik perempuan sebagai barang dagangan yang mudah untuk diperjualbelikan, sebagaimana banyak kasus yang terjadi sekarang.

Jika kita berjalan-jalan di pasar Induk Jakarta Timur, maka akan kita temui banyak sekali perempuan-perempuan yang bekerja mengangkat barang yang seharusnya bukan merupakan pekerjaan mereka. Pada pasar yang ramai di malam hari itu akan kita temui perempuan-perempuan setengah baya yang tetap terjaga menunggu pikulan. Padahal pada malam hari yang dingin itu alangkah lebih baik bila ia berada di rumah menemani anak-anaknya belajar atau istirahat.

Kita mungkin masih ingat tragedi Kartini, tenaga kerja Indonesia yang hamil di luar nikah di Arab Saudi. Malang sekali nasibnya, dia menjual tenaga ke luar negeri, bukan Real yang di dapat tapi hukuman mati yang harus ia hadapi. Tidak saja siksaan fisik yang dialami perempuan yang tereksploitasi fisiknya tapi juga harga diri dan kehormatan sering mereka pertaruhkan untuk sekedar dapat menyambung hidup, benar-benar tidak adil!

Perempuan-Perempuan Berprestasi
Jika kita membalik lembaran sejarah, kita akan mendapati tauladan perempuan-perampuan terhormat dan berprestasi, serta memberikan kontribusi terhadap zaman ini. Mereka telah membuktikan perannya sebagai perempuan, sehingga mereka
menjadi suri tauladan, tidak hanya pada zamanya saja tapi juga hingga akhir zaman ia tetap ditauladani.

Ummul mukminin, Khadijah binti Khuwaylid, istri pertama Rasulullah telah membuktikan prestasinya, tidak saja di mata manusia, tapi juga di mata Allah. Ia tidak saja sebagai istri, tapi ia adalah seorang pengusaha perempuan yang paling
suskses pada zamannya. Ia adalah perempuan terhormat, lagi kaya raya. Ia perempuan pertama yang mengimani Rasul di saat yang lain mengingkari, ia yang membela perjuangan Rasul disaat yang lain memusuhi.

Kesuksesan bisnisnya digunakannya untuk perjuangan dakwah Rasurullah. Tidak terhitung berapa pengorbanan harta yang telah dikeluarkan Khadijah untuk perjuangan Islam dan kaum muslimin. Khadijah telah membuktikan perannya sebagai istri yang membantu perjuangan suaminya untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Dalam bidang pendidikan perempuan yang paling antusias menuntut ilmu adalah Aisyah, istri yang paling dicintai Rasulullah. Ingatannya kuat, dari beliau para sahabat banyak belajar hadis dan hukum Islam lainnya. Ia adalah seorang perempuan yang sangat pemberani dalam perang hingga Allah, Rasul dan para sahabat memberikan kemuliaan kepada beliau.

Dalam sejarah Indonesia tercatat seorang pahlawan perempuan yang prestasinya terus terukhir sepanjang zaman, ialah Cut Nyak Dien, perempuan Aceh yang mengobarkan semangat jihat membela tanah air. Disamping memimpin perang, beliau tidak lupa mengajarkan baca tulis Al-quran kepada masyarakat. Sebuah sikap yang sulit dicari tandingannya pada zaman sekarang ini.

Pada abad 20 yang baru saja kita tinggalkan, kita mengenal sosok perempuan cerdas dan memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan Islam. Ia adalah Zainab Al-Ghazali. Perjuangannya menegakkan kalimatullah di bawah pemimpin tirani tidak menggentarkannya meski berhadapan dengan binatang buas dalam penjara pengap yang menjadi hari-harinya semasa dia dipenjara. Namun perjuangannya tidak pernah surut walaupun pecutan dan tamparan menjadi selimutnya di penjara.

Dan masih banyak lagi nama-nama indah terukir di sepanjang masa karena prestasi yang ditorehkan dalam bidangnya masing-masing.

Pentingnya Kesadaran Yang Tinggi
Dalam zaman yang penuh fitnah ini, dimana setiap saat perempuan mudah saja tergelincir kepada jurang kemaksiatan-jika tidak dieksploitasi, mereka yang justru mengeksploitasi dirinya- maka perlu kesadaran yang tinggi bagi perempuan agar terhindar dari segala bahaya.

Kesadaran yang tinggi akan mengantarkan kita kepada kepahaman akan iman dan hakikat Islam. Sebagai konsekwensinya kita akan berbuat untuk mencapai prestasi dan ridha Allah, kita akan memperbaiki diri dan tingkah laku kita sesuai dengan tuntutan dan syariat Allah, kita akan mendidik jiwa dan perasaan kita agar jangan sampai terpengaruh oleh rayuan dan kemilau dunia yang menyesakkan.

Kesadaran yang tinggi itu disertai dengan pemahaman kita terhadap hakekat dan kodrat kita sebagai perempuan. Kesadaran yang tinggi merupakan keistimewaan yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan iman dan kemantapan aqidah sejalan dengan kesadaran hati seseorang akan adanya kiamat dan hari penghisab-an yang akan menunggu setiap saat.

Kesadaran yang tinggi itu akan mampu memberikan sebuah benteng bagi keselamatan diri, aqidah dan jasad. Dan kesadaran itu akan terefleksi dalam akhlak, pergaulan dan keistiqomahan dalam menghindari lingkungan yang tidak baik, serta senantiasa menjadi penebar kebaikan dan mampu menanggulangi berbagai penyakit yang muncul dalam masyarakat.

Perhiasan Dunia
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan sholehah. Ia adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi rabbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal, dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang, ia menyegarkan pandangan di kala mata suram.

Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekumtum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya. Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah.

Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya.

Dalam kehidupan sehari-hari ia senantiasa diselimuti prestasi. Ia senantiasa bekerja keras untuk meraihnya. Dia tahu mana kegiatan yang di sukai Rabb-nya, untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya, apa lagi hanya sekedar menggodanya. (Yesi Elsandra)

Sumber: Kebebasan wanita (Abdullah Halim Abu Syuqqah), Juru dakwah muslimah (M. Hasan Buraighisy)





                    Sekali Ini, Belajarlah Dari Ulat!




Eramuslim - Bagi penggemar tanaman atau yang memiliki hobi berkebuseringkali menemukan binatang yang menjengkelkan, dimana dedaunan muda yang tumbuh segar, menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna hijau, sehijau dedaunan untuk kamuflase, binatang tersebut adalah ulat.

Ulat adalah salah satu binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas begitu saja karena ulah sang ulat.

Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah sang ulat tersebut atau sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?

Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak tubuhnya. Melihat dari akibat yang dihasilkan maka dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli dedaunan tanaman kita, seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.

Dalam menjalani misinya sang ulat tak membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada saat yang ditentukan dimana ia harus berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan kepompong yang sempit dan gelap.

Pada masa kepompong ini terjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor ulat yang menjijikkan menjadi kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan perilaku yang baru dan sama sekali berubah.

Haruskah kita membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini, tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat sejenakpun untuk terus melahap dedaunan.

Berpacunya sang ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.

Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga pada
hewan-hewan yang mengalami musim dingin. Dimana untuk menghadapi masa sulit di musim dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya, untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.

Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan, bukankah sebuah masa depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain-main, selayaknya tertipu oleh permainan yang sangat melenakan.

Masa-masa dalam kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.

Di dalam masa-masa senang satu saat akan berganti menjadi masa yang sulit dan bahkan menjadi sebuah musibah karena mengintai sebuah keterlenaan. Sungguh benar hadist nabi untuk mengambil kesempatan lima sebelum lima: muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati dan senggang sebelum sibuk (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi). Dan bukankah kita telah diwanti-wanti untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan apa saja yang kita mampu, untuk menggentarkan hati musuh-musuh kita.

Janganlah kita terlena bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan. Wallahu a'lam bishshowab (warsito suwadi)


Betapa sedikit, Syukur Kita...
dari Ratna Dewi
AlDakwah.com- -Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS. Ibrahim 14:7)


Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Sahabat..
Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena sungguh..tiada ada satupun yang terjadi, melainkan semua itu
adalah atas kehendak-Nya.
Dulu, ada seorang anak kecil, perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk sholat lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya..
suatu ketika keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia.. sangat bahagia sekali..
Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..," ia begitu kaget sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui
ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu sesuai dengan fikiran kita.
Saat cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir nanti apakah bisa menikah, mengandung dan
punya anak. Ia malu terus-terusan menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar
akan banyak dosa-dosanya, sadar akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya.
Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia
mohon pada Allah diberikan jodoh, namun sang pangeran itu tak kunjung datang.
Silih bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitupun dengan kondisi kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan?, sedangkan usiaku sudah menjelang seperempat abad?!, Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului
keputusan-Mu,...
Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini
untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului,"
Karena itu sahabatku, bersyukurlah akan bagaimanapun keadaan dirimu, jikalau kita melihat di bawah, sungguh.. masih banyak yang lebih menderita dari kita.
Jikalau engkau belum menikah, bersyukurlah.. karena dirimu masih diberi kesempatan untuk berbakti pada orangtua, jikalau tiba masanya nanti, butiran airmata
akan mengalir dari kelopak matamu, sedih harus meninggalkan orangtua yang begitu tulus menyayangi kita, sedih berpisah dengan Bunda yang berpayah lelah
mengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedih berpisah dengan ayah yang rela membanting tulang agar kita bisa makan dan hidup layak, sedih berpisah dengan saudara-saudara yang selalu mau meringankan beban kita Ya Allah, betapa sedikit sekali syukurku pada-Mu..
Jikalau engkau telah menikah, namun pendampingmu tak sesuai dengan impianmu, bersyukurlah.. karena sungguh, kekurangan itu tak sepadan dengan kelebihannya.
Wahai sahabatku yang kusayang karena Allah, bukankah pernikahan adalah suatu bentuk perjanjian yang amat kuat dan kokoh?, pendampingmu adalah amanah terbesar yang Allah titipkan kepadamu, karena itu, bersyukurlah.. setiap kita tak akan pernah ada yang sempurna, jadi bagaimanakah mungkin kita bisa berharap
pasangan kita akan sempurna?, belajarlah menerima kekurangannya, ikhlaslah dalam mendidiknya, jadikan ia sebagai sahabat sejatimu di dunia ini, insya Allah..
sorga dunia berada dalam genggamanmu.
Jikalau kita lebih dalam merenung hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju Allah, akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur..
Sahabat, sungguh.. Allah selalu bersamamu.., Ia sungguh sangat menyayangimu..
Wasalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
Ratna Dewi(Qalbu)


Betapa sedikit, Syukur Kita...
dari Ratna Dewi
AlDakwah.com- -Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.(QS. Ibrahim 14:7)


Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Sahabat..
Bersyukurlah kepada Allah, walau bagaimanapun adanya dirimu, karena sungguh..tiada ada satupun yang terjadi, melainkan semua itu
adalah atas kehendak-Nya.
Dulu, ada seorang anak kecil, perlahan-lahan ia berusaha mengejar cinta Tuhan-nya, berusaha untuk sholat lima waktu tapi tak pernah bisa, akhirnya..
suatu ketika keinginan itu terwujud di usianya 9 tahun. Ia begitu bahagia.. sangat bahagia sekali..
Tapi alangkah kagetnya ia, usai shalat, seakan ada yang berbisik, "...., umur 20 tahun engkau meninggal..," ia begitu kaget sekali, bertahun-tahun ia hidup dihantui
ketakutan, sering jatuh sakit, karena walau sakit sekecil apapun, jika difikir berat, sakit itu sesuai dengan fikiran kita.
Saat cobaan itu datang, yang ada di benaknya hanya satu, bisa menjalani hari-hari dengan baik, tidak terfikir nanti apakah bisa menikah, mengandung dan
punya anak. Ia malu terus-terusan menyusahkan orang tua, terkadang jika sakit itu datang, hanya dipendamnya sendiri, airmatanya sering mengalir, sadar
akan banyak dosa-dosanya, sadar akan sedikit sekali bekalnya, sadar akan sedikit sekali syukurnya.
Ketika sakit itu reda dan ia kembali sehat, betapa senangnya ia bisa menjalani hari-hari lagi, berusaha mengejar lagi ibadah-ibadahnya yang tertinggal, ia
mohon pada Allah diberikan jodoh, namun sang pangeran itu tak kunjung datang.
Silih bergantinya siang dan malam, bilangan hari yang berganti tahun, begitupun dengan kondisi kesehatannya, anak itu tumbuh menjadi wanita dewasa, dalam hati ia bertanya-tanya, mengapa aku belum juga dipanggil Tuhan?, sedangkan usiaku sudah menjelang seperempat abad?!, Ya Allah, bukan maksud hatiku mendahului
keputusan-Mu,...
Dari pengalaman yang panjang, dari jatuh bangun kehidupan, tibalah ia pada suatu kesimpulan, "Aku harus berusaha semaksimal mungkin di dunia ini
untuk kehidupanku di akhirat kelak, karena sungguh, batas usia adalah takdir Allah yang tidak boleh kita dahului,"
Karena itu sahabatku, bersyukurlah akan bagaimanapun keadaan dirimu, jikalau kita melihat di bawah, sungguh.. masih banyak yang lebih menderita dari kita.
Jikalau engkau belum menikah, bersyukurlah.. karena dirimu masih diberi kesempatan untuk berbakti pada orangtua, jikalau tiba masanya nanti, butiran airmata
akan mengalir dari kelopak matamu, sedih harus meninggalkan orangtua yang begitu tulus menyayangi kita, sedih berpisah dengan Bunda yang berpayah lelah
mengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedih berpisah dengan ayah yang rela membanting tulang agar kita bisa makan dan hidup layak, sedih berpisah dengan saudara-saudara yang selalu mau meringankan beban kita Ya Allah, betapa sedikit sekali syukurku pada-Mu..
Jikalau engkau telah menikah, namun pendampingmu tak sesuai dengan impianmu, bersyukurlah.. karena sungguh, kekurangan itu tak sepadan dengan kelebihannya.
Wahai sahabatku yang kusayang karena Allah, bukankah pernikahan adalah suatu bentuk perjanjian yang amat kuat dan kokoh?, pendampingmu adalah amanah terbesar yang Allah titipkan kepadamu, karena itu, bersyukurlah.. setiap kita tak akan pernah ada yang sempurna, jadi bagaimanakah mungkin kita bisa berharap
pasangan kita akan sempurna?, belajarlah menerima kekurangannya, ikhlaslah dalam mendidiknya, jadikan ia sebagai sahabat sejatimu di dunia ini, insya Allah..
sorga dunia berada dalam genggamanmu.
Jikalau kita lebih dalam merenung hidup yang tinggal sepenggalan ini, kembali menuju Allah, akan membuat kita jauh lebih tenang dan bersyukur..
Sahabat, sungguh.. Allah selalu bersamamu.., Ia sungguh sangat menyayangimu..
Wasalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.
Ratna Dewi(Qalbu)


Cinta Candra Hati
Abu suwailih

Akhi, saudaraku di jalan Allah,

Sesungguhnya orang-orang yang mengusung tanggungjawab da'watullah kepada umat manusia mustilah berada dalam puncak kebersihan, fallahu thayyibun la yaqbalu illa thayyiba, Allah itu Maha Bagus tidak menerima kecuali yang bagus.

Berangkat dari sinilah maka tidak sepatutnya kita membaca al Qur'an kecuali dalam keadaan suci. Demikian pula dakwah, yang kita gantungkan cita-cita kita padanya, yang kita songsong untuk masa depannya sangat membutuhkan kebersihan hati kita; tuk memberi dan menerima, bersabar dan menyabarkan, melapangkan (jiwa) dan bertoleransi.
Kita membutuhkan hati yang (siap) terjun ditengah-tengah dhu'afa', dan (siap) bangkit bersama mereka ke tingkat aqwiya'. Hati yang sanggup mendekati jiwa-jiwa gersang dengan endapan langkah agar tidak dihindari, tidak bercakap tentang orang lain kecuali yang baik karena semua itu akan memberikan peluang hati mereka untuk (menerima) dakwah; faidzal ladziy bainaka wa bainahu 'adawatun ka annahu waliyyun hamim, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
Dan semua itu kuncinya adalah kesucian dan kejernihan hati, itulah rahasia kesuksesan. Sebentar lagi 'bapak-bapak' kita akan melakukan perjalanan jauh (karena kita tidak tahu sampai kapan takdir kita untuk tetap tinggal di alam jemala ini), mereka berharap telah dapat menitipkan hidupnya di jemari Yang Maha Agung, sebagaimana harap0061n mereka; "Telah kutitipkan tanggung jawab dakwah ini di pundak para aktifis muda yang jernih, bersih nan suci hatinya. Dan Allah Maha Tahu, sesungguhnya andaikan kami mencintai dunia ini tidak lain kecuali untuk tegaknya dakwah ini, dan bekal untuk perjalanan jauh ini; kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Wama tadri nafsun madza taksibu ghadzaa wama tadri nafsun biayi ardhin tamut, tidak satu jiiwapun yang tahu apa yang akan diusahakan besok; dan tak satu jiwapun yang tahu di bumi mana ia akan mati".

Kalau demikian yang terjadi pada setiap yang berjiwa, tiada jalan lain bagi kita kecuali merealisasikan cita kita dengan hati yang bersih, tulus dan suci; bersih dari rasa iri, dengki dan hasad. Hati yang terbebas dari kesombongan, bersih sesuci air mendung dan salju.

Yaa akhi, saudaraku di jalan Allah,
Engkau kirimkan padaku guratan tinta pikirmu, dan kau katakan padaku penuh dengan pujian. Tapi yang ingin aku katakan; bahwa nasehat dari kedalaman hati dan jiwa yang jernih nan suci akan memberikan percikan cahaya iman, sanggup mengubah sistem dan pola hidup, memberikan bekas yang dalam, menggedor dan menusuk kedunguan hati yang membeku tuk melelehkan butiran-butiran hangat-dingin menbanjiri sujud kepatuhan di hadapan Yang Maha Agung dan Pengampun.
Alangkah senang dan bahagianya si pemilik hati itu, hidup dengan kesucian, kebersihan dan ketulusan hati. Alangkah senang dan bahagianya jika aku dan engkau, saudaraku, memiliki hati yang demikian itu. Semoga Allah swt melindungi, membimbing dan menambah limpahan iman dan taqwa kepada kita, teguh di atas kebenaran. Semoga Allah swt menunjuki kita dengan cahaya-Nya tuk menerangi perjalanan kita dalam mengusung amanah dakwah ini dengan cara hikmah dan kalimah thayyibah. Hikmah itu, sesungguhnya bila keluar dari hati yang selalu conect dengan Allah swt akan menyalakan pelita hidayah.
Kita tentu senang dan bahagia … kebahagiaan yang terpancar dari aqidah kita yang benar… aqidah yang oleh karenanya kita berkumpul dan bersatu … aqidah yang telah memanjangkan semangat hidup kita. Dan kita telah bersaksi atasnya.
Yaa akhi, saudaraku pembela kebenaran sejati!
Kita memang butuh kepercayaan walaupun kadang kita selalu memiliki banyak kekurangan di dalam memenuhi dan menunaikan amanah dan tututan hak-hak Islam pada kita. Untuk itu kita buka pintu hati kita untuk menerima dengan tulus bahagia seruan dakwah Islam, kita nikmati seruan itu dengan semangat ruh risalah kita.
Para pendahulu kita pernah mengungkapkan; inna fi hadzihil ummati manajima la yahjubuha 'ankum illa ghubaruz zamani, sejatinya dalam ummat ini ada wadug-wadug tambang dari hati; tak suatu apapun yang menghalanginya dari (jangkauan)mu kecuali debu-debu zaman. Saudaraku, penyeru keagungan Islam! Belai dan basuhlah kuncup-kuncup hati itu biar mekar bagaikan bunga.
Dengan demikian bisa kita keluarkan buliran-buliran mutiara yang tersimpan di dalamnya, pancarkan sumber-sumber kebajikan dari hati meraka. Kita, saya dan anda teramat perlu belajar untuk itu.
Jangan ragu-ragu untuk berkata; kata-kata yang tercurah dari puncak keyakinan yang tulus dan keikhlasan (bersih dari segala macam kesyirikan), karana Allah swt tidak akan menerima amal dakwah yang kita persekutukan dengan yang selain-Nya; dengan apapun. Faman kana yarju liqa-a rabbihi falya'mal 'amalan shalihan wala yusyrik bi 'ibadati rabbihi ahada, maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah ia beramal dengan amalan yang tulus; tidak menyekutukan seorangpun dalam beribadah dengan Tuhannya.


6.      Pertanyaan:
Mengapa ‘Aly bin Abi Thalib diberi gelar “Karramallahuwajhah?” {semoga Allah memuliakan wajahnya}
Jawaban:
Memberikan gelar ini hanya khusus kepada sayyidina ‘Aly  saja merupakan sikap berlebihan kaum syi’ah yang menurut mereka bahwa ‘Aly belum pernah melihat aurat orang lain atau belum pernah sujud kepada berhala.Padahal sifat ini tidak hanya di miliki oleh ‘Aly saja tetapi juga dimiliki oleh Shahabat-shahabat yang lain.{Fataawa:3/402}
Baru-baru ini seorang gadis Budha telah masuk Islam dan kini ia aktif berda’wah hingga akhirnya banyak orang-orang Budha lainnya masuk Islam karena da’wahnya. Dalam sebuah kesempatan ia mendapat sebuah pertanyaan seperti berikut:
Bagaimana kamu memvonis bahwa orang non islam masuk neraka sedangkan kami hidup di daerah terpencil yang belum pernah mendengar tentang islam kecuali sekarang ini? apakah berarti nenek moyang kami di neraka? lalu apa dosa mereka padahal kalian orang islam belum pernah menyampaikan agama yang benar kepada kami”
Gadis yang telah mendapat petunjuk ini meminta kepada saya untuk memberikan jawaban yang lengkap terhadap pertanyaan ini?
 Jawaban:
Orang Islam tidak dapat memvonis kepada orang non muslim bahwa mereka di neraka sebelum sampai kepada mereka Al-Qur’an atau kandungan artinya dari para da’I yang menyampaikan Islam kepada mereka dengan bahasa mereka sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-An’m ayat 19
وَأُوحِىَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْءَانُ لأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ
Dan al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Qur'an (kepadanya).
Dan FirmanNya:
وَمَاكُنَّا مُعَذَّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً .
dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
(QS. 17:15)
Jika telah sampai kepada mereka da’wah islamiyah namun mereka tetap saja kafir dan menentang Islam maka mereka adalah kafir sesuai makna  kedua ayat diatas dan Hadits:
"والذي نفس محمّد بيده  لا يسمع أحد من هذه الأمّة يهوديّ ولا نصرانيّ ثمّ يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلاّ كان من أهل النار" أخرجه مسلم
Artinya:
”Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya, setiap orang yang mendengar tentang diriku, Yahudi atau Nasrani lalu ia tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa maka ia termasuk penghuni neraka” (HR.Muslim)
 
Sedangkan orang yang belum sampai kepada mereka dakwah Islam maka urusannya dikembalikan kepada Allah SWT. Dan menurut pendapat yang benar bahwa Allah akan menguji mereka pada hari kiamat. Jika mereka mentaati segala perintah-Nya maka mereka akan dimasukkan kedalam surga dan jika mereka menentang-Nya maka mereka akan dimasukkan kedalam neraka.
Ibnu Katsir telah menjelaskan masalah ini dalam menafsirkan Firman Allah dalam surat Al-Isra tadi dan juga IbnulQyyim dalam kitabnya ”Thoriqul hijrotain” {Fataawa:3/496-497}
Bagaimanakah nasib anak orang kafir pada hari kiamat?
Jawaban:
Pendapat yang benar adalah bahwa Allah akan mengujinya pada hari kiamat nanti. Jika ia mentaati segala perintah-Nya maka ia akan dimasukkan kedalam surga dan jika ia menentang-Nya maka akan dimasukkan kedalam neraka inilah tafsir Firman Allah
الله أعلم بما كانو عاملين
Sebagai jawaban atas pertanyaan tentang anak-anak orang kafir{fataawa:3/500}
Bagaimanakah nasib anak kecil yang meninggal?
Jawaban:
Hukumnya didunia tergantung kepada lingkungan keluarga  tempat ia lahir. Jika ia lahir dari keluarga muslim maka ia harus dimandikan, di sholati dan kewajiban yang lainnya layaknya seperti orang muslim. Dan jika ia lahir dari keluarga yang musyrik maka tidak wajib dimandikan dan di shalati karena ada hadits yang menjelaskan tentang anak-anak orang musyrik yang terbunuh bahwa Rasulullah mengatakan:
هم منهم
Artnya:”Mereka adalah termasuk orang musyrik”
Sedangkan di Akhirat urusan mereka diserahkan kepada Allah SWT karena jawaban Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang mereka sebagaimana Firman Allah dalam surat
الله أعلم بما كانو يعملون
{ Fataawa:3/500}
Siapakah “Ahli Kitab” sekarang ini? Karena orang-orang Nasrani kaum salib telah menyekutukan Allah dan orang-orang Yahudi pembunuh para Nabi juga telah menyekutukan Allah dan kitab mereka telah banyak dirubah berikanlah kepada kami jawaban yang jelas terhadap masalah ini untuk menghilangkan kebingungan sebagian orang?
Jawaban:
Ahli Kitab”adalah Yahudi dan Nasrani walaupun mereka telah musyrik,  ketika Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW. Allah SWT telah menerangkan bahwa orang-orang Nasrani telah menuhankan “Al-Masih Ibnu Maryam” dan menyembahnya selain kepada Allah.Ia berfirman:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata :"Sesungguhnya Allah itu adalah Al-Masih putera Maryam".
Allah juga telah menerangkan tentang orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa “ ‘Uzair putra Allah” sebagaimana Ia juga telah menerangkan bahwa mereka{Yahudi dan Nasrani} telah menjadikan para pendeta mereka sebagai Tuhan selain Allah.Ia berfirman:
Orang-orang Yahudi berkata:"Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. 9:30-31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 9:31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 9:31)
 
Allah juga telah menerangkan tentang orang-orang Nasrani yang telah menjadikan Tuhan ada tiga dan Ia melarang mereka berbuat demikan.Allah berfirman:
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:"(Ilah itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171)
Dan masih banyak ayat-ayat yang lain yang menerangkan bahwa mereka musyrik.{Fataawa:3/421-422}

0 Responses to "Belajar Dari Ulat"